Kabupaten Cirebon

29 Sep 2026

Mengagumkan!! Siswa-siswi SMAN 1 Ciledug Berhasil Terpilih Menjadi Anggota Paskibraka Tingkat Kecamatan Hingga Kabupaten

Penulis : Rizki Ihya Pratama-Insight KIR

Kabar membanggakan datang dari ekstrakurikuler Paskibra SMAN 1 Ciledug. Sebanyak 10 siswa berhasil menjadi Paskibraka upacara kemerdekaan Indonesia ke-81 pada tingkat kecamatan hingga kabupaten. Paskibraka tingkat Ciledug bertugas di Alun-Alun Ciledug, di depan Kantor Camat. Sedangkan, untuk tingkat Kabupaten bertugas di Stadion Ranggajati Sumber Kabupaten Cirebon.

 Berikut adalah nama-nama siswa beserta posisinya yang menjadi anggota Paskibraka tingkat kecamatan:

1.     Muhammad Idris (XI-B1): dipercaya menjadi Danton Pasukan 17 dan 8

2.     Adzka Khalfani R. (XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1

3.     Khiar Arkananta S. (XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1

4.     Daffa Adhiana Nur Fadilah (XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1

5.     Debi Vionisa Putri (XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 2

6.     Nur Indriyanto (XI-A1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 2

7.     Surya Praja Andika (XII-A1): dipercaya menjadi pengibar (pengerek) di Pasukan 8

8.     Almaira Dwi Pramadhita (XI-D1): dipercaya menjadi pengiring pengibar di Pasukan 8

Kemudian, berikut adalah nama siswa beserta posisinya yang menjadi anggota Paskibraka pada tingkat Kabupaten:

1.     Ardiansyah (XI-C2): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1

2.     Nur Rizki Alfadilah (XI-B2): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 3

 

 Lolosnya siswa-siswi menjadi anggota Paskibraka tentu membuat seluruh warga sekolah bangga mendengarnya. Mengingat persyaratannya yang kompleks seperti ketentuan tinggi badan, tes surat kesehatan, dan lainnya. Tak hanya persyaratannya, proses seleksi dan pelatihan yang memakan banyak waktu dan tenaga tentu tak mudah untuk dilewati. Akan tetapi, siswa-siswi SMANCIL membuktikan kelayakan mereka. Mereka ikut tes seleksi yang panjang itu dan berhasil terpilih menjadi anggota Paskibraka.

 Di Alun-Alun Ciledug, semangat hentak langkah serempak mewarnai mereka berhari-hari selama pelatihan yang ketat dan disiplin. Terik matahari siang dan udara panas membuat pelatihan menjadi sangat berat dan menantang. Keringat dan debu jalan menjadi saksi perjuangan dan gelora mereka untuk tugas sesungguhnya saat upacara kemerdekaan nanti.

 Tak kalah bergelora, cerita kebanggaan juga hadir dari Stadion Ranggajati Sumber. Dengan arena yang lebih besar dengan pelatihan kedisiplinan yang semakin ketat, peserta berhasil melewatinya dengan semangat gigih yang besar. Bersiap-siap untuk unjuk diri di hari upacara kemerdekaan Indonesia yang sakti.

 “Prosesnya begitu panjang, mulai dari pendaftaran online, mengumpulkan berkas hingga seleksi yang begitu panjang dan melelahkan sampai akhirnya saya terpilih sebagai Paskibraka. Rasanya campur aduk karena tidak menyangka dapat berjuang sampai titik terakhir hingga akhirnya saya bisa terpilih. Tidak menyangka bakal lolos, dan saya yakin `yang sudah tertakar tidak mungkin tertukar`. Tips bisa lolos yaitu persiapkan lebih awal, mencari tahu tentang seleksi Paskibraka, dan jangan putus asa. Sedikit pesan dari saya, teruslah gapai mimpimu setinggi langit, karena tidak ada mimpi yang gagal, namun hanya ada mimpi yang tertunda, jika anda merasa mimpimu itu begitu sulit untuk digapai, masih ada mimpi-mimpi lain yang bisa diciptakan.” Ujar Ardian.

 Senada dengan perkataan Ardiansyah, Nur Rizki menyampaikan bagaimana prosesnya yang panjang dan melelahkan serta perasaannya ketika mendapat kabar lulus seleksi. “Proses saya bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka itu bisa dibilang tidak mudah karena harus menyiapkan fisik yang matang dan pengetahuan tentang sejarah-sejarah Paskibraka. Dan yang bikin pusing yaitu saat proses menaikkan berat dan tinggi badan. Kemudian, reaksi saya antara senang dan tidak senang. Senangnya saya bisa menambah wawasan dan pengalaman serta menambah teman baru dari sekolahan lain, dan yang tidak senang karena tidak bisa sembarangan bermain dengan teman dan waktu tidur pun harus dituntut. Terakhir, bila kalian ingin mencapai apa yang diinginkan, kita harus menerima segala tantangan yang akan datang, karena hasil yang indah tidak datang dengan proses yang mudah.”

Sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi emas tersebut. Tidak hanya memberikan ucapan, tiap anak berprestasi itu diberikan sertifikat dan hadiah yang membantu mereka lebih semangat untuk mendapatkan prestasi yang lain.

 Dari perjuangan dan pencapaian yang mereka raih, kita dapat memetik pelajaran bahwa jika ingin menggapai apa yang diimpikan, kita harus bersungguh-sungguh, berani melangkah di jalan yang tak mudah, dan bersedia mengorbankan waktu dan tenaga. Dengan semua itu, pasti mimpi besar kita akan terwujud.