Kabupaten Cirebon

18 Aug 2026

Hari Pramuka ke-65: Ada Cerita di Balik 14 Agustus

Penulis : Tsaniatul Azizah & Rizki Ihya Pratama - Insight KIR

Salam Pramuka! 
Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Sebelum Gerakan Pramuka terbentuk, kegiatan kepanduan sudah berkembang di Indonesia sejak masa Hindia Belanda. Berbagai organisasi kepanduan kemudian mulai bermunculan dengan latar belakang yang berbeda. Salah satunya adalah Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) yang didirikan oleh Sri Paduka Mangkunegara VII pada 1916 di Surakarta (Solo). Seiring berjalannya waktu, jumlah organisasi kepanduan di Indonesia semakin banyak dan berkembang di berbagai daerah. 
Setelah Indonesia merdeka, muncul keinginan untuk menyatukan berbagai organisasi kepanduan tersebut dalam satu wadah. Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengkubuwono IX kemudian menggagas pembentukan Gerakan Pramuka. Pada 1961, proses penyatuan tersebut mulai diwujudkan hingga pada akhirnya pada tanggal 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat dalam sebuah upacara di halaman Istana Negara. Sejak saat itu, tanggal 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka.
Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65, SMAN 1 Ciledug melaksanakan upacara pada Jumat (14/8). Peringatan tahun ini mengusung tema "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”. Upacara diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan khidmat. Semua peserta upacara mengenakan seragam Pramuka guna menambah suasana kepramukaan.
Upacara dipandu oleh anggota ekstrakurikuler Pramuka sebagai petugas upacara. Rangkaian upacara dimulai dengan penghormatan umum kepada pembina upacara, serta penghormatan kepada bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta. Kemudian, upacara dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan Dasa Darma Pramuka yang diucapkan dengan lantang oleh petugas. 
Upacara berlanjut dengan amanat dari Bapak Darum, S.H. selaku pembina ekstrakurikuler Pramuka. Beliau menyampaikan bahwa sebagai anak Pramuka, siswa harus bisa menerapkan nilai-nilai Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari. Usai amanat, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Himne Satya Darma Pramuka, pembacaan doa, dan diakhiri dengan penghormatan kepada pembina upacara.
Peringatan Hari Pramuka ini menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai kepramukaan seperti kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Hari Pramuka bukan hanya untuk anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, tetapi untuk semua orang yang mau menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada dasarnya, semangat Pramuka dapat tumbuh dalam diri siapa saja.
Selamat Hari Pramuka ke-65! Semoga semangat dan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
Salam Pramuka!