Kabupaten Cirebon
Penulis : Rizki Ihya Pratama-Insight KIR
Kabar membanggakan datang dari ekstrakurikuler Paskibra SMAN 1 Ciledug.
Sebanyak 10 siswa
berhasil menjadi Paskibraka upacara kemerdekaan Indonesia ke-81 pada tingkat
kecamatan hingga kabupaten. Paskibraka tingkat Ciledug bertugas di Alun-Alun
Ciledug, di depan Kantor Camat. Sedangkan, untuk tingkat Kabupaten bertugas di
Stadion Ranggajati Sumber Kabupaten Cirebon.
Berikut adalah nama-nama siswa beserta
posisinya yang menjadi anggota Paskibraka tingkat kecamatan:
1.
Muhammad Idris (XI-B1):
dipercaya menjadi Danton Pasukan 17 dan 8
2.
Adzka Khalfani R.
(XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1
3.
Khiar Arkananta S.
(XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1
4.
Daffa Adhiana Nur
Fadilah (XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1
5.
Debi Vionisa Putri
(XI-B1): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 2
6.
Nur Indriyanto (XI-A1):
dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 2
7.
Surya Praja Andika
(XII-A1): dipercaya menjadi pengibar (pengerek) di Pasukan 8
8.
Almaira Dwi
Pramadhita (XI-D1): dipercaya menjadi pengiring pengibar di Pasukan 8
Kemudian, berikut adalah nama
siswa beserta posisinya yang menjadi anggota Paskibraka pada tingkat Kabupaten:
1.
Ardiansyah (XI-C2):
dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 1
2.
Nur Rizki Alfadilah
(XI-B2): dipercaya menjadi Pasukan 17 Bagian 3
Lolosnya siswa-siswi menjadi anggota Paskibraka
tentu membuat seluruh warga sekolah bangga mendengarnya. Mengingat persyaratannya
yang kompleks seperti ketentuan tinggi badan, tes surat kesehatan, dan lainnya.
Tak hanya persyaratannya, proses seleksi dan pelatihan yang memakan banyak
waktu dan tenaga tentu tak mudah untuk dilewati. Akan tetapi, siswa-siswi
SMANCIL membuktikan kelayakan mereka. Mereka ikut tes seleksi yang panjang itu
dan berhasil terpilih menjadi anggota Paskibraka.
Di Alun-Alun Ciledug, semangat hentak langkah
serempak mewarnai mereka berhari-hari selama pelatihan yang ketat dan disiplin.
Terik matahari siang dan udara panas membuat pelatihan menjadi sangat berat dan
menantang. Keringat dan debu jalan menjadi saksi perjuangan dan gelora mereka
untuk tugas sesungguhnya saat upacara kemerdekaan nanti.
Tak kalah bergelora, cerita kebanggaan juga
hadir dari Stadion Ranggajati Sumber. Dengan arena yang lebih besar dengan pelatihan
kedisiplinan yang semakin ketat, peserta berhasil melewatinya dengan semangat
gigih yang besar. Bersiap-siap untuk unjuk diri di hari upacara kemerdekaan
Indonesia yang sakti.
“Prosesnya begitu panjang, mulai dari pendaftaran
online, mengumpulkan berkas hingga seleksi yang begitu panjang dan melelahkan sampai
akhirnya saya terpilih sebagai Paskibraka. Rasanya campur aduk karena tidak
menyangka dapat berjuang sampai titik terakhir hingga akhirnya saya bisa
terpilih. Tidak menyangka bakal lolos, dan saya yakin `yang sudah tertakar
tidak mungkin tertukar`. Tips bisa lolos yaitu persiapkan lebih awal, mencari
tahu tentang seleksi Paskibraka, dan jangan putus asa. Sedikit pesan dari saya,
teruslah gapai mimpimu setinggi langit, karena tidak ada mimpi yang gagal, namun
hanya ada mimpi yang tertunda, jika anda merasa mimpimu itu begitu sulit untuk
digapai, masih ada mimpi-mimpi lain yang bisa diciptakan.” Ujar Ardian.
Senada dengan perkataan Ardiansyah, Nur Rizki
menyampaikan bagaimana prosesnya yang panjang dan melelahkan serta perasaannya
ketika mendapat kabar lulus seleksi. “Proses saya bisa terpilih menjadi
anggota Paskibraka itu bisa dibilang tidak mudah karena harus menyiapkan fisik
yang matang dan pengetahuan tentang sejarah-sejarah Paskibraka. Dan yang bikin
pusing yaitu saat proses menaikkan berat dan tinggi badan. Kemudian, reaksi
saya antara senang dan tidak senang. Senangnya saya bisa menambah wawasan dan
pengalaman serta menambah teman baru dari sekolahan lain, dan yang tidak senang
karena tidak bisa sembarangan bermain dengan teman dan waktu tidur pun harus dituntut.
Terakhir, bila kalian ingin mencapai apa yang diinginkan, kita harus menerima
segala tantangan yang akan datang, karena hasil yang indah tidak datang dengan
proses yang mudah.”
Sekolah memberikan apresiasi
tinggi terhadap prestasi emas tersebut. Tidak hanya memberikan ucapan, tiap
anak berprestasi itu diberikan sertifikat dan hadiah yang membantu mereka lebih
semangat untuk mendapatkan prestasi yang lain.
Dari perjuangan dan pencapaian yang mereka raih,
kita dapat memetik pelajaran bahwa jika ingin menggapai apa yang diimpikan, kita
harus bersungguh-sungguh, berani melangkah di jalan yang tak mudah, dan bersedia
mengorbankan waktu dan tenaga. Dengan semua itu, pasti mimpi besar kita akan
terwujud.