Kabupaten Cirebon
Penulis : Mia Octaviana-Insight KIR SMANCIL
Ciledug – “Seorang maestro tidak akan menjadi dirinya yang sekarang jika tidak diawali dengan rasa penasaran.” Dari tanda tanya yang terlintas, muncul rasa keinginan untuk mencari tahu, hingga lahirlah sebuah karya penelitian. Rasa ini lah yang terlihat dalam kegiatan sharing sessions melalui praktik analisis yang diikuti oleh para peserta dengan antusias.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 ini
menghadirkan Kak Mutiara Hanum, salah satu alumni SMAN 1 Ciledug yang inspiratif
sebagai narasumber. Melalui berbagai pengalaman dan pengetahuan Kak Hanum,
beliau mengajak para peserta untuk melihat sisi lain dari karya tulis ilmiah.
Peserta
tidak hanya datang untuk mendengarkan, melainkan untuk berpikir
Peserta sharing sessions memutar otak mereka pada
awal materi, saat narasumber menyampaikan pertanyaan sederhana.
“Pernahkah kalian penasaran akan suatu hal?”, ujar
Kak Hanum
Pertanyaan tersebut menjadi awal bagi para peserta untuk
memahami bahwa sebuah karya ilmiah dapat muncul dari hal-hal yang dianggap
sederhana dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Narasumber kemudian menjelaskan mengenai tahapan pembuatan karya
ilmiah. Dimulai dari menemukan ide, merumuskan masalah, menentukan tujuan, menyusun
metode penelitian, melakukan eksperimen, hingga menganalisis hasil yang
diperoleh.
Satu ide
sederhana, beribu penemuan hebat
Sharing session semakin menarik saat narasumber mengajak
peserta untuk berdiskusi secara berkelompok, disana para peserta diarahkan
untuk membuat sebuah ide penelitian.
Peserta diberi kesempatan berdiskusi dan berpikir kritis,
dimana sebuah peristiwa sederhana tidak berhenti pada pertanyaan “Apa yang terjadi?”,
tetapi dapat berkembang menjadi, “Mengapa hal itu bisa terjadi?”, “Apa
penyebabnya?”, dan “Bagaimana cara membuktikannya?”
Dari ide yang hanya tercatat di secarik kertas, berubah
menjadi senjata untuk unjuk kebolehan. Peserta sharing sessions bergantian
mengorasikan ide mereka. Dimana pada sesi tersebut, jangkauan diskusi bukan
lagi antar anggota, melainkan menyeluruh. Salah satunya ketika kelompok 1
menyampaikan ide mereka.
“Kami mempunyai ide untuk membuat pembersih udara
berbahan dasar tanaman lidah mertua,” ide dari kelompok 1.
Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta,
terutama dalam memahami bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi
penelitian. Peserta juga belajar untuk lebih peka terhadap hal-hal sederhana di
sekitar dan mencari tahu alasan di balik suatu masalah.
Melalui kegiatan ini, bisa membuat peserta dapat lebih
berani untuk menuangkan ide dan mengembangkannya menjadi sebuah karya tulis
ilmiah.
Mia Octaviana-Insight KIR SMANCIL