Kabupaten Cirebon

14 Aug 2026

Dari Ide Menjadi Proposal Penelitian: Menyelami Dunia Karya Tulis Ilmiah

Penulis : Mia Octaviana-Insight KIR SMANCIL

Ciledug – “Seorang maestro tidak akan menjadi dirinya yang sekarang jika tidak diawali dengan rasa penasaran.” Dari tanda tanya yang terlintas, muncul rasa keinginan untuk mencari tahu, hingga lahirlah sebuah karya penelitian. Rasa ini lah yang terlihat dalam kegiatan sharing sessions melalui praktik analisis yang diikuti oleh para peserta dengan antusias.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 ini menghadirkan Kak Mutiara Hanum, salah satu alumni SMAN 1 Ciledug yang inspiratif sebagai narasumber. Melalui berbagai pengalaman dan pengetahuan Kak Hanum, beliau mengajak para peserta untuk melihat sisi lain dari karya tulis ilmiah.


Peserta tidak hanya datang untuk mendengarkan, melainkan untuk berpikir


Peserta sharing sessions memutar otak mereka pada awal materi, saat narasumber menyampaikan pertanyaan sederhana.

Pernahkah kalian penasaran akan suatu hal?”, ujar Kak Hanum

Pertanyaan tersebut menjadi awal bagi para peserta untuk memahami bahwa sebuah karya ilmiah dapat muncul dari hal-hal yang dianggap sederhana dan sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Narasumber kemudian menjelaskan mengenai tahapan pembuatan karya ilmiah. Dimulai dari menemukan ide, merumuskan masalah, menentukan tujuan, menyusun metode penelitian, melakukan eksperimen, hingga menganalisis hasil yang diperoleh.


Satu ide sederhana, beribu penemuan hebat


Sharing session semakin menarik saat narasumber mengajak peserta untuk berdiskusi secara berkelompok, disana para peserta diarahkan untuk membuat sebuah ide penelitian.

Peserta diberi kesempatan berdiskusi dan berpikir kritis, dimana sebuah peristiwa sederhana tidak berhenti pada pertanyaan “Apa yang terjadi?”, tetapi dapat berkembang menjadi, “Mengapa hal itu bisa terjadi?”, Apa penyebabnya?”, dan “Bagaimana cara membuktikannya?”

Dari ide yang hanya tercatat di secarik kertas, berubah menjadi senjata untuk unjuk kebolehan. Peserta sharing sessions bergantian mengorasikan ide mereka. Dimana pada sesi tersebut, jangkauan diskusi bukan lagi antar anggota, melainkan menyeluruh. Salah satunya ketika kelompok 1 menyampaikan ide mereka.

Kami mempunyai ide untuk membuat pembersih udara berbahan dasar tanaman lidah mertua,” ide dari kelompok 1.

Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi para peserta, terutama dalam memahami bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi penelitian. Peserta juga belajar untuk lebih peka terhadap hal-hal sederhana di sekitar dan mencari tahu alasan di balik suatu masalah.

Melalui kegiatan ini, bisa membuat peserta dapat lebih berani untuk menuangkan ide dan mengembangkannya menjadi sebuah karya tulis ilmiah.


Mia Octaviana-Insight KIR SMANCIL